|
Keselamatan Pasien Rumah Sakit Ditinjau dari Sisi Pelayanan Obat-obatan |
|
|
|
|
Keselamatan pasien (patient safety) adalah disiplin ilmu baru dalam bidang ilmu kesehatan yang menekankan pelaporan, analisis, dan pencegahan medical error guna mencegah terjadinya efek medikasi yang tidak dikehendaki.
Dengan mempertimbangkan bahwa kesalahan medikasi melibatkan 1 dari 10 pasien di seluruh dunia, maka World Health Organization (WHO) menetapkan bahwa keselamatan pasien merupakan hal yang penting untuk diperhatikan.
Bila ditinjau dari sisi pelayanan obat-obatan, maka keselamatan pasien menjadi hal penting yang wajib diperhatikan oleh pihak-pihak yang terlibat. Food and Drug Administration (FDA) mensinyalir bahwa sebanyak 3 miliar resep ditulis tiap tahunnya, dan jutaan orang mengalami cidera akibat penggunaan obat-obatan. Cidera tersebut pada umumnya diakibatkan oleh keterbatasan akses informasi yang memadai tentang obat, risikonya, dan kondisi pasien. Penyebab lain terjadinya cidera adalah kesalahpahaman instruksi, dosis, dan metode peracikan yang tidak tepat.
|
|
Read more...
|
|
|
Atresia Bilier, Gangguan Fungsi Empedu |
|
|
|
Atresia bilier adalah suatu keaadaan dimana saluran empedu tidak terbentuk atau tidak berkembang secara normal. Padahal fungsi dari system empeduadalah membuang limbah metabolic dari hati dan mengangkut garam empedu yang diperlukan untuk mencerna lemak di dalam usus halus. Pada atresia bilier terjadi karena proses peradangan berkepanjangan yang menyebabkan hambatan atau penyumbatan aliran empedu dari hati ke kandung emped. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan hati dan sirosis hati, jika tidak diobati bisa berakibat fatal. 
Jadi atresia bilier terjadi karena adanya perkembangan abnormal dari saluran empedu dalam maupun diluar hati yang bisa berupa tidak adanya atau kecilnya lumen pada sebagian atau keseluruhan saluran empedu yang menyebabkan hambatan aliran empedu. Akibatnya didalam hati dan darah terjadi penumpukan garam empedu dan peningkatan kadar bilirubun direk. Tetapi penyebab terjadinya gangguan perkembangan saluran empedu ini tidak diketahui. Atresia bilier ditemukan pada 1 dari 15.000 kelahiran hidup.
Gejala biasanya timbul dalam waktu 2 minggu setelah kelahiran yaitu :
- Air kemih bayi berwarna gelap seperti the
- Tinja berwarna pucat seperti dempul
- Kulit berwarna kuning
- Berat badan tidak bertambah atau penambahan berat badan lambat
- Hati membesar
|
|
Read more...
|
|
ESWL (Extracorporeal shock wave lithotripsy) adalah tindakan pemecahan batu saluran kencing (ginjal,ureter.kandung kemih) dengan gelombang kejut (Shock wave) tanpa pembedahan sama sekali. Batu saluran kencing akan pecah menjadi fragmen kecil sekali sehingga dapat keluar spontan bersama air kencing.
ESWL merupakan tindakan non invasive dengan menggunakan tehnologi gabungan x-ray, ultrasound, dan acoustic shock wave dalam mendiagnosa/menentukan lokasi dan memecah batu.
Sejarah ESWL
ESWL ditemukan tahun 1980 an. Tehnologi ESWL berkembang pesat menjelang 2000, berbagai jenis dan tipe telah disempurnakan.
Tehnologi Elektrokonduktive yang dikembangkan oleh Inserm di Perancis dengan membungkus elektrode dengan Electrolyte cairan yang sangat konduktive sehingga menjamin akurasi tenaga shockwave tidak berkurang sampai target batu . Tenaga shockwave yang optimal ini menjadikan efek terapi pemecahan batu sangat maksimal.
|
|
Last Updated on Friday, 21 May 2010 01:25 |
|
Read more...
|
|
Akreditasi Penuh Tingkat Lengkap |
|
|
|
|
Dalam rangka HUT ke 84 RSUP Dr. Kariadi Semarang yang terjadi pada tanggal yang sangat baik yaitu tanggal 9 bulan 9 tahun 2009, RSUP Dr Kariadi menerima Sertifikat Akreditasi 16 Pelayanan, semoga hal ini menjadi penambah semangat dalam melaksanakan pelayanan dan tetap menjaga kualitasnya.
Dalam rangka ulang tahun ini kami mengadakan kegitan sosial baik kepada pasien kami juga kepada masyarakat lingkungan RS Dr. Kariadi. Dalam bidang pengembangan pelayanan telah dilakukan tindakan medik operasi bayi kembar siam dilaksanakan tahun 2008 dan Operasi Transplantasi Hati tahun 2008 dan 2009.
|
|
Last Updated on Friday, 07 May 2010 01:12 |
|
Read more...
|
|
Tip Mencegah Jantung Koroner |
|
|
|
|
Tip ini dari Dr. Sodiqur Rifqi, SpJP
1. Hindari mengkonsumsi makanan yang berkolesterol tinggi dan lakukan diet rendah lemak. Seperti dengan cara menghindari konsumsi gajih, gorengan, mentega, keju, kuning telur, dan sebaiknya banyaklah mengkonsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran.
2. Bila menderita diabetes dan hipertensi, maka seyogyanya selalu mengontrol asupan makanan dan menjaga tensi serta kadar gula darah.
3. Berhentilah merokok
4. Olahraga secara teratur, 3 hingga 5 kali seminggu
5. Menjaga berat badan ideal
|
|
Last Updated on Friday, 07 May 2010 01:13 |
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 2 |